Showing posts with label php. Show all posts
Showing posts with label php. Show all posts

Beberapa Fitur PHP 7

PHP adalah singkatan dari Hypertext Prepocessor, yaitu bahasa pemrograman yang digunakan secara luas untuk pengembangan aplikasi berbasis web dan bisa digunakan bersamaan dengan HTML. Bahasa PHP ini diciptakan oleh Rasmus Lerdorf pertama kali tahun 1994.
Sudah kita ketahui, PHP merupakan bahasa pemrograman yang cukup populer di dunia. Hal ini terbukti  dengan banyaknya framework yang dibuat menggunakan PHP seperti CodeIgniter, Yii, dan lainnya. Perkembangan PHP dirasa cukup cepat dan sudah menginjak versi ke 7. Pada versi ke 7 ini ada beberapa hal yang harus diketahui tentang PHP 7.

Kinerja

Sebelumnya, mungkin kita pernah mendengar Facebook HHVM yang merupakan sebuah program yang dipergunakan untuk memberikan performa maksimal pada aplikasi berbasis PHP. PHP 7 ini disebut juga PHPNG (PHP-Next-Gen) untuk memberikan performa maksimal seperti Facebook HHVM.
Peningkatan kinerja PHP dipimpin oleh Zend yang telah melakukan peningkatan kinerja yang sangat besar dan para developer dapat menemukan patokan terhadap HHVM. Tanpa mengubah kodingan, dapat memberikan kinerja yang sangat besar hanya dengan melakukan upgrade ke PHP 7. Selain itu, banyaknya fitur yang merupakan bagian dari peningkatan kinerja PHP 7.

Scalar Type Hints & Return Types

Banyak developer ingin menyatakan fungsi untuk Return Types. Pada PHP 7 ini, memungkinkan para developer untuk menyatakan fungsi Return Types guna mengembalikan nilai.

Contoh di atas merupakan kodingan Facebook HACK. Dalam contoh bool ini, kodingan diatas menunjukkan fungsi akan kembali hanya untuk nilai boolean.

Spaceship Operator

Pada PHP versi 7 ini diperkenalkannya operator baru yang disebut Spaceship Operator (<=>) atau sering disebut operator perbandingan gabungan. Operator ini digunakan dalam memilih dan mengkombinasikan perbandingan.
Contoh sebelum PHP 7 :

function order_func($a, $b)
  {
    return ($a < $b) ? -1 : (($a > $b) ? 1 : 0);
  }

Pada PHP 7 :

function order_func($a, $b)
  {
    return $a <=> $b;
  }

Fitur tambahan

Selain mengalami perubahan, ada beberapa fitur baru yang ada pada PHP 7 seperti Abstract Syntax Tree yang membuat para developer mudah dalam kode parsing PHP, mengurangi eror, dan cara untuk membangun hal yang lebih baik kedepannya.
Closure::call() yang merupakan method baru yang ditambahkan pada inti PHP.  Null Coalesce Operator  yang merupakan operator menyatu atau ?? yang ditambahkan ke inti.  Uniform Variable Syntax, perbedaan utama kodingan yang ada dan kodingan baru adalah untuk menjaga konsisten dan lengkap variabel kodingan. Selain itu, fitur tambahan lainnya adalah yang dapat berguna untuk menentukan codepoints Unicode dengan nomor, daripada menggunakan codepoint langsung atau Unicode Codepoint Escape Syntax.
[sumber]

Sejarah Pengembangan PHP Hingga Versi PHP 7

PHP pertama kali diluncurkan oleh seorang yang bernama Rasmus Lerdoft pada tahuan 1995. Pada saat itulah PHP bernama FI (Form Interpreted) adalah sekumpulan script yang digunakan untuk mengelolah data form dari web. Kemudian perkembang selanjutnya, Rasmus melepaskan kode kode sumber tersebut dan menamainya PHP atau FI yang berarti kepanjangan menjadi Personal Home Page atau  Form Intrepted. Dengan pelepasan kode sumber tersebut PHP menjadi open source, maka banyak programmer yang tertarik dengan pengembangan dari PHP.

Selanjutnya pada bulan November tahun 1997, rilislah PHP/FI 2.0 yang merupakan cikal bakal PHP 3.0. pada rilis ini interpreter sudah diimpkementasikan dalam C. Dalam rilis ini disertakanlah juga modul modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.

PHP Versi 3.0, pada tahun 1997-an, sebuah perusahaan bernama Zein, menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik, dan lebih cepat lagi. Kemudian sekita bulan Juni Tahun 1998 perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan Meresmikan nama rilis tersebut menjadi PHP 3.0 fasilitas tambahan pada PHP versi 3 dibandingkan sebelumnya, selain tmenambahkan fungsi fungsi baru, juga mendukung beberapa akses ke banyak database, pengelolaan protokol, dan sistem API. Dari versi 3 lah singkatan PHP muncul, yaitu hyperText Preprocessor.

PHP Versi 4.0, pada musim dingin tahun 1998, menulis bahasa pemograman PHP ini untuk membuat ketangguhan bahasa pemogramanini. Akhirnya pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal PHPB 4.0. PHP 4.0 adalah versi terbaru pada masa itu uang memiliki banyak pemakainya. Versi ini banyak dipakai sebab memiliki kemampuan untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi memiliki kecepatan proses dan stabilitas yang lebih tinggi.
PHP Versi 5.0, pada bulan Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0 sebagai versi terbaru, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar dan dikenal model pemograman kearah program berorientasi objek baru untuk menjawab perkembangan bahasa pemograman kearah program berorrientasi objek. Versi terbaru dari bahasa pemograman PHP adalah versi 5.6.4 yang resmi rilis pada tanggal 18 Desember 2004.

PHP Versi 6.0, sejak tahun 2005 pengembangan PHP 6.0 terutama dalam kemampuannya mendukung Unicode, untuk PHP bisa mendukung berbagai jenis karakter bahasa non-latin. Akan tetapi dikarenakan beberapa alasan seperti kurangnya programming pada masa itu dan membuat performa yang todak memuaskan, pengembangan PHP 6.0 pun dihentikan dan fitur fitur yang seharusnya ada di PHP 6.0 telah dimasukan ke dalam PHP 5.0.

PHP Versi 7.0, pada tahun 2014, sebuah proyek lanjutan PHP mulai mengemuka, yakni PHP 7. Kalangan programming sedikit bingung dengan penamaan versi PHP yang akan dirilis ini, apakah akan menyebutnya sebagai PHP 6 atau PHP 7. Walaupun PHP versi 6 telah resmi ditinggalkan, namun banyak artikel dan buku yang ditulis mengenai PHP 6. Setelah mengambil voting, nama PHP versi 7 akhirnya menjadi keputusan final. Dengan demikian, kita tidak akan melihat PHP versi 6, dan langsung ‘loncat’ ke PHP 7. PHP 7 berkembang dari proyek experimen yang dinamakan PHPNG (PHP Next Generation). Proyek PHPNG bertujuan untuk menyusun ulang kode PHP untuk meningkatkan performa. Pada Juli 2014, sebuah percobaan mendapati hasil bahwa PHPNG mengalami peningkatan performa hampir 100% dari versi PHP sebelumnya.

Update Artikel: Dari situs resmi PHP, selengkapnya bisa diakses di https://wiki.php.net/

Script Koneksi PHP dengan MYSQL

Beriikut script yang digunakan untuk menghubungkan PHP dengan database MYSQL
Simpan script berikut dengan nama file koneksi.php

<?
$server = "localhost";
$username ="root";
$password ="";
$database ="konek";
$konek =mysql_connect($server,$username,$password) or die ("gagal konek ke mysql".mysql_error());
$bukadb=mysql_select_db($database)or die("gagal membuka database $database".mysql_error());
?>

Untuk Menggunakan file diatas, gunakan metode modulasi, yaitu dengan menggunakan perintah include.
Misalnya script koneksi tersebut ingin digunakan pada file index.php.

Penggunaan POST dan GET Pada PHP

Dalam mengembangkan sebuah aplikasi web, seorang developer dihadapkan kepada beberapa opsi dalam melakukan update, insert, dan delete record database. Dan itu semua diawali pada penggunaan form dengan berbagai action dan method. Begitupun halnya pada implementasi ketika user memasukkan data ke dalam form inputan. Yang kemudian dilanjutkan kepada proses pengolahan dimana setelahnya hasil dari olahan tersebut dimasukkan kedalam database. Nah disinilah pemilihan fungsi method dibutuhkan. Method ini terbagi menjadi 2, yakni POST dan GET, masing masing memiliki perbedaan yang tipis.  Sederhananya method ini bekerja ketika si user menekan tombol submit dengan action yang telah disetting sebelumnya.
Contoh :
Buat sebuah file dengan nama index.html

Pengenalan PHP

PHP (Hypertext Preprocessor), merupakan bahasa pemrograman web bersifat server- side, artinya bahasa berbentuk script yang disimpan dan dijalankan di komputer server (WebServer) sedang hasilnya yang dikirimkan ke komputer client (WebBrowser) dalam bentuk script HTML (Hypertext Mark up Language). 

Karakteristik script PHP dapat diuraikan sebagai berikut :
 - file PHP disimpan dengan extensi filenya yaitu : *.php3, *.php4, *.php
 - Script PHP biasanya diawali dengan tag ‘’
 - File PHP dapat menginduk atau disisipkan pada Bahasa script lainnya atau dapat berdiri sendiri.

Contoh skrip PHP yang disisipkan pada HTML :

Script Admin, Login, Logout on PHP


Awalnya saya agak kesulitan dalam membuat script Admin, Login, logout. soalnya ketika sudah di logout kemudian menekan tombol back dan muat ulang, ternyata masih bisa kembali. sudah saya coba juga untuk mengalihkan ke halaman lain, namun tetap sama jika di tekan tombol back berulang-ulang kali.
setelah searching di internet kemudian saya mendapatkan script yang agak bikin pusing, soalnya scriptnya banyak banget dan sangat kompleks. tapi itu belum menjawab keinginan saya untuk membuat login seperti yang saya inginkan. namun, saya akhirnya coba membongkar script tersebut, menghilangkan bagian yang tidak perlu dan menambahkan script lain yang saya butuhkan sehingga jadilah script yang saya inginkan..
berikut script nya, semoga berguna untuk anda...